Beranda > Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan > Membaca Cepat 200 Kata per Menit

Membaca Cepat 200 Kata per Menit

Membaca merupakan salah satu kegiatan untuk mendapatkan informasi. Kemampuan membaca dengan kecepatan yang tinggi sangat berpengaruh dalam pemahaman isi bacaan. Berlatih membaca dengan kecepatan tertentu perlu dikembangkan. Kebiasaan membaca bersuara, menggerakkan bibir, atau menunjuk kata- perkata dengan jari atau pensil akan menghambat kecepatan membaca. Kecepatan membaca dapa dihitung dengan rumus: “Jumlah kata yang dibaca dibagi dengan jumlah detik yang digunakan dan dikali dengan 60. hasilnya adalah Jumlah Kata per Menit (Kpm). Cara seperti ini perlu latihan gerak bola mata dan kosentrasi.

Latihan cara/teknik membaca berikut ini dapat kamu latih secara berulang-ulang untuk meningkatkan kemampuan kamu dalam membaca cepat.

1.  Menggunakan gerak mata dengan memperluas jangkauan mata dan mengurangi “Regresi”.

  • Pada tahap ini, jangkauan mata bias di latih dari hanya melihat perkata menjadi beberapa kata dalam sekali pandang dan seterusnya, sehingga jangkauan mata menjadi lebih luas.
  • Mengurangi “Regresi” atau pengulangan kata yang telah dibaca.

2.  Menghilangkan kebiasaan membaca dengan bersuara. Biasakan membaca tanpa mengeluarkan suara dengan mengandalkan pengelihatan mata.

3.  Meningkatkan konsentrasi dengan cara menghilangkan berbagai gangguan dari dalam dan luar diri. Berikan perhatian total pada bacaan.

About these ads
  1. 9 Januari 2010 pukul 5:52 PM

    Wah artikelnya bagus sekali, semoga keterampilan membaca cepat anak-anak Indonesia semakin meningkat. yuk berkunjung ke blogku jendelakatatiti.wordpress.com terima kasih.

  2. 18 Juli 2014 pukul 9:52 AM

    Your ability to play all day until your mother call you
    in is normal. The web is one of the ideal avenues for you to discover the
    details that you highly need. He’ll also be able to direct you to a specialist
    or other eye care professional if further investigation is required.

  3. 11 Agustus 2014 pukul 8:54 PM

    Hi there, its nice post concerning media print, we all
    understand media is a great source of data.

  4. 21 Agustus 2014 pukul 3:44 AM

    It’s nearly impossible to find experienced people in this particular topic,
    but you seem like you know what you’re talking about!

    Thanks

  5. 5 September 2014 pukul 3:21 PM

    I’m no longer sure the place you are getting your information, however
    great topic. I must spend a while finding out much more
    or figuring out more. Thank you for fantastic information I used to be on the lookout for this
    info for my mission.

  6. 21 September 2014 pukul 4:33 PM

    As it generally does the fashion industry is buzzing
    with anticipation of what the hot new fashion trends will be this season Trends in wedding fashions are certainly part of
    this. Just as you want to plan the jewelry around your wedding dress you want to think about the bridesmaid dresses also.
    No bride-to-be wants her jewels to overshadow her or
    her gown.

  7. 23 September 2014 pukul 10:18 AM

    Fantastic blog you have here but I was curious about if
    you knew of any message boards that cover the same topics discussed here?
    I’d really like to be a part of online community where I can get opinions from other experienced individuals that share the same interest.
    If you have any recommendations, please let me know. Kudos!

  8. 23 September 2014 pukul 10:33 PM

    Attractive section of content. I just stumbled upon your web site
    and in accession capital to assert that I get actually enjoyed account
    your blog posts. Anyway I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently fast.

  9. 28 September 2014 pukul 11:40 AM

    Small boutiques and dress shops tend to stock dress samples.
    Like all genres of photography, wedding photography
    has its own unique tools and techniques. Photographers working with a bride who wants a
    high fashion look to her shoot should remind her to think of the opposite of what’s expected for a traditional portrait.

  1. 2 Juni 2010 pukul 3:02 PM

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: